Pidato Presiden Prabowo di KTT PBB 23 September 2025 Soal Solusi Dua Negara Palestina-Israel
“ Indonesia Mendukung Penuh Solusi Dua Negara!”
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato yang kuat dan jelas yang berfokus pada dukungan Indonesia terhadap solusi dua negara untuk konflik Palestina-Israel.
Ringkasan Poin-Poin Utama:
1. Mengutuk Tragedi Kemanusiaan di Gaza: Prabowo membuka pidato dengan menyoroti bencana kemanusiaan yang terjadi di Gaza, mengutuk kekerasan terhadap warga sipil tak berdosa, termasuk perempuan dan anak-anak.
2. Penegasan Komitmen pada Solusi Dua Negara: Indonesia menegaskan kembali bahwa hanya solusi dua negara yang dapat membawa perdamaian abadi. Indonesia berkomitmen untuk mengakui kenegaraan Palestina.
3. Sikap Terbuka terhadap Pengakuan Israel: Poin penting yang ditekankan adalah bahwa Indonesia bersedia mengakui negara Israel setelah kemerdekaan dan kenegaraan Palestina diakui oleh Israel. Indonesia juga akan mendukung jaminan keamanan bagi Israel.
4. Seruan untuk Pengakuan Segera Palestina: Prabowo menyerukan kepada semua negara yang belum melakukannya untuk segera mengakui kenegaraan Palestina. Dia menyebut langkah ini sebagai “langkah yang tepat di sisi sejarah yang benar” dan mencontohkan negara-negara seperti Prancis, Kanada, dan Inggris.
5. Prioritas: Hentikan Perang dan Wujudkan Perdamaian: Prioritas utama yang diserukan adalah:
5.1. Menghentikan perang di Gaza.
5.2. Mengakhiri bencana kemanusiaan.
5.3. Mengatasi kebencian, ketakutan, dan kecurigaan.
6. Kesiapan Berkontribusi: Indonesia menyatakan kesiapannya untuk berpartisipasi dalam proses perdamaian, termasuk dengan menyediakan pasukan penjaga perdamaian.
Kesimpulan:
Pidato ini menyampaikan pesan yang jelas dan konsisten: Perdamaian hanya mungkin tercapai dengan solusi dua negara. Indonesia mengambil posisi yang konstruktif dengan menawarkan pengakuan kepada Israel sebagai imbalan atas berdirinya negara Palestina yang merdeka, seraya mendesak komunitas internasional untuk bertindak segera guna mengakhiri penderitaan dan mewujudkan perdamaian.
Barakallah fiikum.





