Hukum Shalat Jama’ah
April 29, 2011 by airianto
Tidak disangsikan lagi permasalahan ibadah merupakan inti ajaran Islam. Syariโat sangat memperhatikan permasalahan ini, karena merupakan perwujudan aqidah seseorang. Dan Allah l menjadikannya sebagai tujuan penciptaan manusia dalam firmanNya,
ููู
ูุงุฎูููููุชู ุงููุฌูููู ููุงููุฅููุณู ุฅููุงููููููุนูุจูุฏูููู
Dan Aku tidaklah menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka beribadah kepadaKu. [Adz Dzariyat/51:56].
Diantara ibadah yang agung dan penting ialah shalat. Karena merupakan amalan terbaik seorang hamba. Rasulullah Shallallahu โalaihi wa sallam bersabda.
ุงุณูุชููููู
ููุง ูููููู ุชูุญูุตููุง ููุงุนูููู
ููุง ุฃูููู ุฎูููุฑู ุฃูุนูู
ูุงููููู
ู ุงูุตููููุงุฉู ููููุง ููุญูุงููุธู ุนูููู ุงููููุถููุกู ุฅููููุง ู
ูุคูู
ููู
Istiqamahlah, dan kalian tidak akan mampu ber-istiqamah dengan sempurna. Ketahuilah, sebaik-baik amalan kalian ialah shalat. Dan tidaklah menjaga wudhu, kecuali seorang mukmin.[1]
Terlebih lagi, shalat telah diwajibkan Allah terhadap kaum mukminin. Sehingga sudah selayaknya kita memperhatikan masalah ini. Dengan berharap dapat menunaikannya secara sempurna.
Kedudukan Shalat Dalam Islam
Shalat menempati kedudukan tinggi dalam Islam. Adalah rukun kedua dan berfungsi sebagai tiang agama. Rasulullah Shallallahu โalaihi wa sallam bersabda,
ุฑูุฃูุณู ุงููุฃูู
ูุฑู ุงููุฅูุณูููุงู
ู ููุนูู
ููุฏููู ุงูุตููููุงุฉู
Pemimpin segala perkara (agama) ialah Islam (syahadatain), dan tiangnya ialah shalat.[2]
Seluruh syariat para rasul menganjurkan dan memotivasi umatnya untuk menunaikannya, sebagaimana Allah berfirman menjelaskan doโa Nabi Ibrahim Alaihissallam :
ุฑูุจูู ุงุฌูุนูููููู ู
ููููู
ู ุงูุตูููุงูุฉู ููู
ููู ุฐูุฑูููููุชูู ุฑูุจููููุง ููุชูููุจูููู ุฏูุนูุขุกู
Ya Rabbku, jadikanlah aku dan anak-cucuku, orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Rabb kami, perkenankan doโaku. [Ibrahim/14:40].
Dan mengisahkan Nabi Ismail Alaihissallam :
ููููุงูู ููุฃูู
ูุฑู ุฃููููููู ุจูุงูุตูููุงูุฉู ููุงูุฒููููุงุฉู ููููุงูู ุนููุฏู ุฑูุจูููู ู
ูุฑูุถููููุง
Dan ia menyuruh ahlinya untuk shalat dan menunaikan zakat, dan ia adalah seorang yang diridhai di sisi Rabbnya.[Maryam/19 :55].
Demikian juga menyampaikan berita kepada Nabi Musa Alaihissallam :
ุฅููููููู ุฃูููุง ุงูููู ูุขุฅููููู ุฅููุขุฃูููุง ููุงุนูุจูุฏูููู ููุฃูููู
ู ุงูุตูููุงูุฉู ููุฐูููุฑูู
Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Ilah (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.[Thaha/20 :14].
Nabi Isa Alaihissallam menceritakan nikmat yang diperolehnya dalam Al Qurโan:
ููุฌูุนูููููู ู
ูุจูุงุฑูููุง ุฃููููู ู
ูุงูููุชู ููุฃูููุตูุงููู ุจูุงูุตูููุงูุฉู ููุงูุฒููููุงุฉู ู
ูุงุฏูู
ูุชู ุญููููุง
Dan Dia menjadikan aku seorang yang berbakti di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup. [Maryam/19 :31].
Bahkan Allah Subhanahu wa Taโala mengambil perjanjian Bani Israil untuk menegakkan shalat. Allah Subhanahu wa Taโala berfirman:
ููุฅูุฐู ุฃูุฎูุฐูููุง ู
ููุซูุงูู ุจูููู ุฅูุณูุฑูุงุกูููู ูุงู ุชูุนูุจูุฏูููู ุฅููุงูู ุงูููููู ููุจูุงููููุงููุฏููููู ุฅูุญูุณูุงููุง ููุฐูู ุงููููุฑูุจูู ููุงููููุชูุงู
ูู ููุงููู
ูุณูุงููููู ููููููููุง ููููููุงุณู ุญูุณูููุง ููุฃููููู
ูู ุงูุตูููุงูุฉู ููุกูุงุชููุง ุงูุฒููููุงุฉู ุซูู
ูู ุชููููููููุชูู
ู ุฅููุงูู ููููููุงู ู
ูููููู
ู ููุฃููุชูู
ู
ููุนูุฑูุถูููู
Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu):Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.[Al Baqarah/2 :83].
Demikian juga Allah memerintahkan hal itu kepada Nabi Muhammad Shallallahu โalaihi wa sallam dalam firmanNya:
ููุฃูู
ูุฑู ุฃููููููู ุจูุงูุตูููุงูุฉู ููุงุตูุทูุจูุฑู ุนูููููููุง ูุงูููุณูุฆููููู ุฑูุฒูููุง ูููุญููู ููุฑูุฒููููู ููุงููุนูุงููุจูุฉู ูููุชููููููู
Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rizki kepadamu, Kamilah yang memberi rizki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertaqwa.[Thaha/20:132].
Demikian tinggi kedudukan shalat dalam Islam, sampai Rasulullah Shallallahu โalaihi wa sallam menjadikannya sebagai pembeda antara mukmin dan kafir. Rasulullah Shallallahu โalaihi wa sallam bersabda,
ุงููุนูููุฏู ุงูููุฐูู ุจูููููููุง ููุจูููููููู
ู ุงูุตููููุงุฉู ููู
ููู ุชูุฑูููููุง ููููุฏู ููููุฑู
Perjanjian antara aku dan mereka adalah shalat. Barangsiapa yang meninggalkannya, maka telah berbuat kekafiran.[3]
Memang, seseorang yang meninggalkan shalat, akan lebih mudah meninggalkan yang lainnya. Kemudian terputuslah hubungannya dari Allah Subhanahu wa Taโala.
Abu Bakar Ash Shidiq Radhiyallahu anhu menyatakan dalam surat beliau kepada Umar bin Khaththab Radhiyallahu anhu,โKetahuilah, perkara yang paling penting padaku ialah shalat. Karena seseorang yang meninggalkannya, akan lebih mudah meninggalkan yang lainnya. Dan ketahuilah, Alah Subhanahu wa Taโala memiliki satu hak pada malam hari yang tidak diterimaNya pada siang hari. Dan satu hak pada siang hari yang tidak diterimaNya pada malam hari. Allah tidak menerima amalan sunnah, sampai (seseorang) menunaikan kewajiban.โ[4]
Hukum Shalat Berjamaah
Shalat jamaโah disyariโatkan dalam Islam. Akan tetapi para ulama berselisih pendapat tentang hukumnya. Terpilah menjadi empat pendapat.
Pertama : Hukumnya Fardhu Kifayah.
Demikian ini pendapat Imam Syafiโi, Abu Hanifah, jumhur ulama Syafiโiyah mutaqaddimin (terdahulu, peny), dan banyak ulama Hanafiyah maupun Malikiyah.
Al Hafidz Ibnu Hajar berkata,โDzahir nash (perkataan) Syafiโi, shalat berjamaah hukumnya fardhu kifayah. Inilah pendapat jumhur mutaqaddimin dari ulama Syafiโiyah dan banyak ulama Hanafiyah serta Malikiyah.โ[5]
Dalil-dalilnya.
Hadits Pertama.
ู
ูุง ู
ููู ุซูููุงุซูุฉู ููู ููุฑูููุฉู ููููุง ุจูุฏููู ููุง ุชูููุงู
ู ูููููู
ู ุงูุตููููุงุฉู ุฅููููุง ููุฏู ุงุณูุชูุญูููุฐู ุนูููููููู
ู ุงูุดููููุทูุงูู ููุนูููููููู
ู ุจูุงููุฌูู
ูุงุนูุฉู ููุฅููููู
ูุง ููุฃููููู ุงูุฐููุฆูุจู ุงููููุงุตูููุฉู
Tidaklah ada tiga orang dalam satu perkampungan atau pedalaman tidak ditegakkan pada mereka shalat, kecuali Syaithan akan menguasainya. Berjamaโahlah kalian, karena serigala hanya memangsa kambing yang sendirian.[6]
As-Saib berkata,โYang dimaksud berjamaโah ialah jamaโah dalam shalat.[7]
Hadits Kedua.
ุงุฑูุฌูุนููุง ุฅูููู ุฃููููููููู
ู ููุฃููููู
ููุง ูููููู
ู ููุนููููู
ููููู
ู ููู
ูุฑููููู
ู ููุตูููููุง ููู
ูุง ุฑูุฃูููุชูู
ููููู ุฃูุตููููู ููุฅูุฐูุง ุญูุถูุฑูุชู ุงูุตููููุงุฉู ููููููุคูุฐูููู ููููู
ู ุฃูุญูุฏูููู
ู ููููููุคูู
ููููู
ู ุฃูููุจูุฑูููู
ู
Kembalilah kepada ahli kalian, lalu tegakkanlah shalat pada mereka, serta ajari dan perintahkan mereka (untuk shalat). Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat. Jika telah datang waktu shalat, hendaklah salah seorang kalian beradzan dan yang paling tua menjadi imam.[8]
Hadits Ketiga.
ุนููู ุนูุจูุฏู ุงูููููู ุจููู ุนูู
ูุฑู ุฃูููู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููุงูู ุตูููุงุฉู ุงููุฌูู
ูุงุนูุฉู ุชูููุถููู ุตูููุงุฉู ุงููููุฐูู ุจูุณูุจูุนู ููุนูุดูุฑูููู ุฏูุฑูุฌูุฉู
Dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah Shallallahu โalaihi wa sallam bersabda,โShalat berjamaโah mengungguli shalat sendirian dua puluh tujuh derajat.[9]
Kedua. Hukumnya syarat, Tidak Sah Shalat Tanpa Berjamaโah, Kecuali Dengan Udzur.
Demikian ini pendapat Dzahiriyah dan sebagian ulama hadits. Pendapat ini didukung oleh sejumlah ulama, diantaranya: Ibnu Taimiyyah, Ibnul Qayyim, Ibnu Aqil dan Ibnu Abi Musa.
Diantara dalil-dalilnya, ialah:
Hadits Pertama.
ู
ููู ุณูู
ูุนู ุงููููุฏูุงุกู ููููู
ู ููุฃูุชููู ููููุง ุตูููุงุฉู ูููู ุฅููููุง ู
ููู ุนูุฐูุฑู
Barangsiapa yang mendengar adzan lalu tidak datang, maka tidak ada shalat baginya kecuali karena udzur.[10]
Hadits Kedua.
ููุงูููุฐูู ููููุณูู ุจูููุฏููู ููููุฏู ููู
ูู
ูุชู ุฃููู ุขู
ูุฑู ุจูุญูุทูุจู ููููุญูุทูุจู ุซูู
ูู ุขู
ูุฑู ุจูุงูุตููููุงุฉู ููููุคูุฐูููู ููููุง ุซูู
ูู ุขู
ูุฑู ุฑูุฌูููุง ููููุคูู
ูู ุงููููุงุณู ุซูู
ูู ุฃูุฎูุงูููู ุฅูููู ุฑูุฌูุงูู ููุฃูุญูุฑูููู ุนูููููููู
ู ุจููููุชูููู
ู
Demi Dzat yang jiwaku ada ditanganNya, sungguh aku bertekad meminta dikumpulkan kayu bakar. Lalu dikeringkan (agar mudah dijadikan kayu bakar). Kemudian aku perintahkan shalat, lalu ada yang beradzan. Kemudian aku perintahkan seseorang untuk mengimami shalat, dan aku tidak berjamaโah untuk menemui orang-orang (lelaki yang tidak berjamaโah), lalu aku bakar rumah-rumah mereka.[11]
Hadits Ketiga.
ุฃูุชูู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ุฑูุฌููู ุฃูุนูู
ูู ููููุงูู ููุง ุฑูุณูููู ุงูููููู ุฅูููููู ููููุณู ููู ููุงุฆูุฏู ูููููุฏูููู ุฅูููู ุงููู
ูุณูุฌูุฏู ููุณูุฃููู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ุฃููู ููุฑูุฎููุตู ูููู ููููุตูููููู ููู ุจูููุชููู ููุฑูุฎููุตู ูููู ููููู
ููุง ูููููู ุฏูุนูุงูู ููููุงูู ูููู ุชูุณูู
ูุนู ุงููููุฏูุงุกู ุจูุงูุตููููุงุฉู ููุงูู ููุนูู
ู ููุงูู ููุฃูุฌูุจู
Seorang buta mendatangi Nabi Shallallahu โalaihi wa sallam dan berkata,โWahai Rasulullah, aku tidak mempunyai seorang yang menuntunku ke masjid,โ lalu dia meminta keringanan kepada Rasulullah Shallallahu โalaihi wa sallam sehingga dibolehkan shalat di rumah. Lalu Beliau Shallallahu โalaihi wa sallam memberikan keringanan kepadanya. Ketika ia meninggalkan Nabi Shallallahu โalaihi wa sallam, langsung Rasulullah memanggilnya dan bertanya,โApakah engkau mendengar panggilan adzan shalat?โ Dia menjawab,โYa.โ Lalu Beliau berkata,โPenuhilah!โ[12]
Ketiga : Hukumnya Sunnah Muakkad.
Demikian ini pendapat madzhab Hanafiyah dan Malikiyah. Imam Ibnu Abdil Barr menisbatkannya kepada kebanyakan ahli fiqih Iraq, Syam dan Hijaj.
Dalil-dalilnya.
Hadits Pertama.
ุนููู ุนูุจูุฏู ุงูููููู ุจููู ุนูู
ูุฑู ุฃูููู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ููุงูู ุตูููุงุฉู ุงููุฌูู
ูุงุนูุฉู ุชูููุถููู ุตูููุงุฉู ุงููููุฐูู ุจูุณูุจูุนู ููุนูุดูุฑูููู ุฏูุฑูุฌูุฉู
Dari Ibnu Umar, bahwa Rasulullah Shallallahu โalaihi wa sallam bersabda,โShalat berjamaโah mengungguli shalat sendirian dua puluh tujuh derajat.โ[13]
Hadits Kedua.
ุฅูููู ุฃูุนูุธูู
ู ุงููููุงุณู ุฃูุฌูุฑูุง ููู ุงูุตููููุงุฉู ุฃูุจูุนูุฏูููู
ู ุฅูููููููุง ู
ูู
ูุดูู ููุฃูุจูุนูุฏูููู
ู ููุงูููุฐูู ููููุชูุธูุฑู ุงูุตููููุงุฉู ุญูุชููู ููุตููููููููุง ู
ูุนู ุงููุฅูู
ูุงู
ู ุฃูุนูุธูู
ู ุฃูุฌูุฑูุง ู
ููู ุงูููุฐูู ููุตูููููููุง ุซูู
ูู ููููุงู
ู ููููู ุฑูููุงููุฉู ุฃูุจูู ููุฑูููุจู ุญูุชููู ููุตููููููููุง ู
ูุนู ุงููุฅูู
ูุงู
ู ููู ุฌูู
ูุงุนูุฉู
Sesungguhnya, orang yang mendapat pahala paling besar dalam shalat ialah yang paling jauh jalannya, kemudian yang lebih jauh. Orang yang menunggu shalat sampai shalat bersama imam, lebih besar pahalanya dari orang yang shalat, kemudian tidur. Dalam riwayat Abu Kuraib, (disebutkan): sampai shalat bersama imam dalam jamaโah.[14]
Imam Asy Syaukani menyatakan setelah membantah pendapat yang mewajibkannya, โPendapat yang tepat dan mendekati kebenaran, (bahwa) shalat jamaโah termasuk sunah-sunah yang muakkadโฆ Adapun hukum shalat jamaโah adalah fardhu โain atau kifayah atau syarat sah shalat maka tidakโ.
Hal ini dikuatkan oleh Shidiq Hasan Khan dengan pernyataannya, โAdapun hukumnya fardhu, maka dalil-dalilnya masih dipertentangkan. Akan tetapi terdapat cara ushul fiqh yang mengkompromikan dalil-dalil tersebut. Yaitu, hadits-hadits keutamaan shalat jamaโah menunjukkan keabsahan shalat secara sendirian. Hadits-hadits ini cukup banyak. Diantaranya:
ููุงูููุฐูู ููููุชูุธูุฑู ุงูุตููููุงุฉู ุญูุชููู ููุตููููููููุง ู
ูุนู ุงููุฅูู
ูุงู
ู ุฃูุนูุธูู
ู ุฃูุฌูุฑูุง ู
ููู ุงูููุฐูู ููุตููููู ููุญูุฏููู ุซูู
ูู ููููุงู
ู
Orang yang menunggu shalat sampai shalat bersama imam, lebih besar pahalanya dari orang yang shalat sendirian kemudian tidur.
Hadits ini dalam kitab shahih. Juga, diantaranya hadits tentang seseorang yang shalatnya salah. Kemudian Rasulullah Shallallahu โalaihi wa sallam memerintahkannya untuk mengulangi shalatnya, sendirian. Kemudian hadits ุฃูููุง ุฑูุฌููู ููุชูุตูุฏูููู ุนูููู ููุฐูุง (seandainya ada seorang yang bersedekah kepadanya)[15]. Ketika melihat seseorang shalat sendirian.
Diantara hadits-hadits yang menguatkannya ialah hadits yang mengajarkan rukun Islam. Karena Rasulullah Shallallahu โalaihi wa sallam tidak memerintahkan orang yang diajarinya untuk tidak shalat, kecuali berjamaโah. Padahal Beliau mengatakan kepada orang yang menyatakan saya tidak menambah dan menguranginya: ุฃูููููุญู ุฅููู ุตูุฏููู (telah beruntung jika benar) dan dalil-dalil lainnya. Semua ini dapat menjadi pemaling sabda beliau Shallallahu โalaihi wa sallam ูููุงู ุตููุงูุฉู ูููู yang ada pada hadits-hadits yang menunjukan kewajiban berjamaโah kepada peniadaan kesempurnaan, bukan keabsahannya.โ[16]
Pendapat ini dirajihkan oleh Asy Syaukani dan Shidiq Hasan Khan serta Sayyid Sabiq.
Keempat : Hukumnya Wajib โAin (Fardhu โAin) Dan Bukan Syarat.
Demikian ini pendapat Ibnu Masโud, Abu Musa Al Asyโariy, Athaโ bin Abi Rabbah, Al Auzaโi, Abu Tsaur, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, sebagian besar ulama Hanafiyah dan madzhab Hambali.
Dalilnya.
Dalil-dalil dari firman Allah Subhanahu wa Taโala.
ููุฅูุฐูุง ูููุชู ูููููู
ู ููุฃูููู
ูุชู ููููู
ู ุงูุตูููุงูุฉู ููููุชูููู
ู ุทูุขุฆูููุฉูู ู
ููููููู
ู
ููุนููู ููููููุฃูุฎูุฐููุง ุฃูุณูููุญูุชูููู
ู ููุฅูุฐูุง ุณูุฌูุฏููุง ููููููููููููุง ู
ูู ููุฑูุขุฆูููู
ู ููููุชูุฃูุชู ุทูุขุฆูููุฉู ุฃูุฎูุฑูู ููู
ู ููุตูููููุง ููููููุตูููููุง ู
ูุนููู ููููููุฃูุฎูุฐููุง ุญูุฐูุฑูููู
ู ููุฃูุณูููุญูุชูููู
ู ููุฏูู ุงูููุฐูููู ููููุฑููุง ูููู ุชูุบูููููููู ุนููู ุฃูุณูููุญูุชูููู
ู ููุฃูู
ูุชูุนูุชูููู
ู ููููู
ููููููู ุนูููููููู
ู
ููููููุฉู ููุงุญูุฏูุฉู ูููุงู ุฌูููุงุญู ุนูููููููู
ู ุฅูู ููุงูู ุจูููู
ู ุฃูุฐูู ู
ููู ู
ููุทูุฑู ุฃููู ูููุชูู
ู
ููุฑูุถูู ุฃูู ุชูุถูุนููุง ุฃูุณูููุญูุชูููู
ู ููุฎูุฐููุง ุญูุฐูุฑูููู
ู ุฅูููู ุงูููู ุฃูุนูุฏูู ููููููุงููุฑูููู ุนูุฐูุงุจูุง ู
ูููููููุง
Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu), lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu dan menyandang senjata, kemudian apabila mereka (yang shalat besertamu) sujud (telah menyempurnakan se-rakaโat), maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum bershalat, lalu bershalatlah mereka denganmu, dan hendaklah mereka bersiap-siaga dan menyandang senjata. Orang-orang kafir ingin supaya kamu lengah terhadap senjatamu dan harta bendamu, lalu mereka menyerbu kamu dengan sekaligus. Dan tidak ada dosa atasmu meletakkan senjata-senjatamu, jika kamu mendapat sesuatu kesusahan karena hujan atau karena karena kamu memang sakit; dan siap-siagalah kamu. Sesungguhnya Allah telah menyediakan azab yang menghinakan bagi orang-orang kafir itu. [An Nisaโ/4:102].
Dalam ayat ini terdapat dalil yang tegas mengenai kewajiban shalat berjamaโah. Yakni tidak boleh ditinggalkan, kecuali ada udzur, seperti : ketakutan atau sakit.
ููุฃููููู
ููุง ุงูุตูููุงูุฉู ููุกูุงุชููุง ุงูุฒููููุงุฉู ููุงุฑูููุนููุง ู
ูุนู ุงูุฑููุงููุนูููู
Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, dan rukuโlah bersama orang-orang yang rukuโ. [Al Baqarah/2:43].
Ayat di atas merupakan perintah. Kata perintah menunjukkan maksud kewajiban shalat berjamaโah.
ููู ุจููููุชู ุฃูุฐููู ุงูููู ุฃูู ุชูุฑูููุนู ููููุฐูููุฑู ูููููุง ุงุณูู
ููู ููุณูุจููุญู ูููู ูููููุง ุจูุงููุบูุฏูููู ููุงููุฃูุตูุงูู ุฑูุฌูุงููู ูุงููุชููููููููู
ู ุชูุฌูุงุฑูุฉู ูููุงูุจูููุนู ุนูู ุฐูููุฑู ุงูููู ููุฅูููุงู
ู ุงูุตูููุงูุฉู ููุฅููุชูุขุกู ุงูุฒููููุงุฉู ููุฎูุงููููู ููููู
ูุง ุชูุชููููููุจู ููููู ุงูููููููุจู ููุงููุฃูุจูุตูุงุฑู
Bertasbih kepada Allah di masjid-masjid yang telah diperintahkan untuk dimuliakan dan disebut namaNya di dalamnya, pada waktu pagi dan waktu petang, laki-laki yang tidak dilalaikan oleh perniagaan dan tidak (pula) oleh jual beli dari mengingat Allah, mendirikan shalat, dan membayarkan zakat. Mereka takut kepada suatu hari yang (di hari itu) hati dan penglihatan menjadi goncang. [An-Nur/24:36-37].
ูููู ุฃูู
ูุฑู ุฑูุจููู ุจูุงููููุณูุทู ููุฃููููู
ููุง ููุฌููููููู
ู ุนููุฏู ููููู ู
ูุณูุฌูุฏู ููุงุฏูุนูููู ู
ูุฎูููุตูููู ูููู ุงูุฏููููู ููู
ูุงุจูุฏูุฃูููู
ู ุชูุนููุฏูููู
Katakanlah,โRabbku menyuruh menjalankan keadilan.โ Dan (katakanlah),โLuruskan muka (diri)mu di setiap shalat dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan ketaโatanmu kepadaNya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah) kamu akan kembali kepadaNya.โ [Al-Aโraf/7:29].
Kedua ayat di atas, terdapat kata perintah yang menunjukkan kewajiban shalat berjamaโah.
ููููู
ู ููููุดููู ุนูู ุณูุงูู ููููุฏูุนููููู ุฅูููู ุงูุณููุฌููุฏู ูููุงูููุณูุชูุทููุนูููู ุฎูุงุดูุนูุฉู ุฃูุจูุตูุงุฑูููู
ู ุชูุฑูููููููู
ู ุฐููููุฉู ููููุฏู ููุงูููุง ููุฏูุนููููู ุฅูููู ุงูุณููุฌููุฏู ููููู
ู ุณูุงููู
ูููู
Pada hari betis disingkapkan dan mereka dipanggil untuk bersujud; maka mereka tidak kuasa, (dalam keadaan) pandangan mereka tunduk ke bawah, lagi mereka diliputi kehinaan. Dan sesungguhnya mereka dahulu (di dunia) diseru untuk bersujud, dan mereka dalam keadaan sejahtera.[Al-Qalam/68:42-43].
Ibnul Qayyim berkata,โSisi pendalilannya, adalah Allah Subhanahu wa Taโala menghukum mereka pada hari kiamat dengan memberikan penghalang antara mereka dengan sujud, ketika diperintahkan untuk sujud. Mereka diperintahkan sujud di dunia dan enggan menerimanya. Jika demikian, maka menjawab panggilan mendatangi masjid untuk menghadiri jamaโah shalat, bukan sekedar melaksanakannya di rumahnya saja.โ
Dalil dari sabda Rasulullah Shallallahu โalaihi wa sallam.
ููุงูููุฐูู ููููุณูู ุจูููุฏููู ููููุฏู ููู
ูู
ูุชู ุฃููู ุขู
ูุฑู ุจูุญูุทูุจู ููููุญูุทูุจู ุซูู
ูู ุขู
ูุฑู ุจูุงูุตููููุงุฉู ููููุคูุฐูููู ููููุง ุซูู
ูู ุขู
ูุฑู ุฑูุฌูููุง ููููุคูู
ูู ุงููููุงุณู ุซูู
ูู ุฃูุฎูุงูููู ุฅูููู ุฑูุฌูุงูู ููุฃูุญูุฑูููู ุนูููููููู
ู ุจููููุชูููู
ู
Demi Dzat yang jiwaku ada di tanganNya, sungguh aku bertekad meminta dikumpulkan kayu bakar, lalu dikeringkan (agar mudah dijadikan kayu bakar). Kemudian aku perintahkan shalat, lalu ada yang beradzan. Kemudian aku perintahkan seseorang untuk mengimami shalat dan aku tidak berjamaโah untuk menemui orang-orang (lelaki yang tidak berjamaโah). Lalu aku bakar rumah-rumah mereka.[17]
Ibnu Hajar dalam menafsirkan hadits ini menyatakan,โAdapun hadits bab (hadits di atas), maka dhahirnya menunjukkan, (bahwa) shalat berjamaโah fardhu โain. Karena, seandainya hanya sunah, tentu tidak mengancam yang meninggalkannya dengan (ancaman) pembakaran tersebut. Juga tidak mungkin terjadi, atas orang yang meninggalkan fardhu kifayah, seperti pensyariโatan memerangi orang-orang yang meninggalkan fardhu kifayah.โ[18]
Demikian juga Ibnu Daqiqil โIed menyatakan,โUlama yang berpendapat, bahwa shalat berjamaโah hukumnya fardhu โain berhujah dengan hadits ini. Karena jika dikatakan fardhu kifayah, kewajiban itu dilaksanakan oleh Rasulullah dan orang yang bersamanya dan jika dikatakan sunnah, tentu tidaklah dibunuh orang yang meninggalkan sunah. Dengan demikian jelaslah, shalat jamaโah hukumnya fardhu โain.โ[19]
ุฃูุชูู ุงููููุจูููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ุฑูุฌููู ุฃูุนูู
ูู ููููุงูู ููุง ุฑูุณูููู ุงูููููู ุฅูููููู ููููุณู ููู ููุงุฆูุฏู ูููููุฏูููู ุฅูููู ุงููู
ูุณูุฌูุฏู ููุณูุฃููู ุฑูุณูููู ุงูููููู ุตููููู ุงูููููู ุนููููููู ููุณููููู
ู ุฃููู ููุฑูุฎููุตู ูููู ููููุตูููููู ููู ุจูููุชููู ููุฑูุฎููุตู ูููู ููููู
ููุง ูููููู ุฏูุนูุงูู ููููุงูู ูููู ุชูุณูู
ูุนู ุงููููุฏูุงุกู ุจูุงูุตููููุงุฉู ููุงูู ููุนูู
ู ููุงูู ููุฃูุฌูุจู
Seorang buta mendatangi Nabi Shallallahu โalaihi wa sallam dan berkata,โWahai Rasulullah, aku tidak mempunyai seorang yang menuntunku ke masjid,โ lalu dia meminta keringanan kepada Rasulullah Shallallahu โalaihi wa sallam sehingga dibolehkan shalat di rumah. Lalu Beliau Shallallahu โalaihi wa sallam memberikan keringanan kepadanya. Ketika ia meninggalkan Nabi Shallallahu โalaihi wa sallam, langsung Rasulullah memanggilnya dan bertanya,โApakah engkau mendengar panggilan adzan shalat?โ Dia menjawab,โYa.โ Lalu Beliau berkata,โPenuhilah!โ[20]
Setelah menyampaikan hujjahnya dengan hadits ini, Ibnu Qudamah berkata,โJika orang buta yang tidak memiliki orang untuk mengantarnya, tidak diberi keringanan, maka, (yang) selainnya lebih lagi.โ[21]
ู
ูุง ู
ููู ุซูููุงุซูุฉู ููู ููุฑูููุฉู ููููุง ุจูุฏููู ููุง ุชูููุงู
ู ูููููู
ู ุงูุตููููุงุฉู ุฅููููุง ููุฏู ุงุณูุชูุญูููุฐู ุนูููููููู
ู ุงูุดููููุทูุงูู ููุนูููููููู
ู ุจูุงููุฌูู
ูุงุนูุฉู ููุฅููููู
ูุง ููุฃููููู ุงูุฐููุฆูุจู ุงููููุงุตูููุฉู
Tidaklah ada tiga orang dalam satu perkampungan atau pedalaman tidak ditegakkan pada mereka shalat, kecuali syaithan akan menguasainya. Berjamaโahlah kalian, karena serigala hanya memangsa kambing yang sendirian.[22]
Nash-nash ini menunjukkan wajibnya shalat berjamaโah.
Pendapat ini dirajihkan oleh Lajnah Daimah Lil Buhuts wal Iftaโ (Komite Tetap Untuk Riset dan Fatwa Saudi Arabia)[23] dan Syaikh Prof. Dr. Shalih bin Ghanim As Sadlan dalam kitabnya Shalat Al Jamaโah[24]. Demikian juga sejumlah ulama lainnya.
Wallahu aโlam.
[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 02/Tahun VII/1420H/1999M. Diterbitkan Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo โ Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-858197 Fax 0271-858196.Kontak Pemasaran 085290093792, 08121533647, 081575792961, Redaksi 08122589079]
Sumber: AlManhaj.or.id





