Isu-Isu Utama yang Mengemuka Seputar Proyek ILASPP, Termasuk Komponen yang Ditangani oleh BIG (Badan Informasi Geospasial)
October 21, 2025 by airianto
Filed under Activities, Diverse, Highlight, LIDAR, My Work Mem, On Blitz, Perspective, Photogrammetry, Remote Sensing, Society
“Ada beberapa isu umum yang menjadi perhatian dalam proses pelaksanaan proyek, terutama yang berkaitan dengan transparansi, koordinasi, dan akuntabilitas.”

Badan Informasi Geospasial (BIG)
Isu koordinasi dan sinergi
Proyek Integrated Land Administration and Spatial Planning (ILASP) melibatkan kolaborasi antara Read more
Badan Informasi Geospasial (BIG) Buka Tender Pengadaan Data Geospasial Skala Besar
August 27, 2025 by airianto
Filed under Activities, Geomatics Business, Highlight, Remote Sensing Mapping
“Tender Pemetaan Skala Besar BIG 2025-2027 telah dibuka! Segera kunjungi portal pengadaan ILASP untuk informasi selengkapnya.”

Badan Informasi Geospasial (BIG)
Badan Informasi Geospasial (BIG) melalui Integrated Land Administration and Spatial Planning (ILASP) Project membuka kesempatan tender untuk pengadaan layanan pemetaan dan produksi data geospasial berskala besar.
Sistem pengadaan ini dirancang untuk Read more
BIG Targetkan 599 Pembangunan Simpul Jaringan Informasi Geospasial
Jakarta, Berita Geospasial BIG –Pembangunan simpul jaringan informasi geospasial secara nasional adalah 599 simpul, yang terdiri dari 57 Kementerian/Lembaga, 34 Provinsi dan 508 Kabupaten/Kota. Jumlah ini akan terus berkembang seiring dengan terjadinya pemekaran wilayah. Sejumlah ini menjadi amanat Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2014 tentang Jaringan Informasi Geospasial Nasional.
Sekretaris Umum Intakindo, Mohammad Singgih: Perlu Standarisasi Informasi Geospasial
Informasi geospasial memiliki peran penting sebagai alat bantu dalam perumusan kebijakan, pengambilan keputusan atau pelaksanaan kegiatan yang berhubungan dengan ruang kebumian. Oleh karena itu, informasi geospasial yang dibuat harus memenuhi standar, baik dari aspek subyek, obyek maupun produk. Perlunya standarisasi itu untuk menjamin data yang dihasilkan lebih akurat dan presisi. “Jadi bukan data abal-abal,” kata Mohammad Singgih kepada The President Post di Jakarta, Senin (8/9/2014).
Indonesia Butuh 27500 SDM Bidang Informasi Geospasial
Pontianak, Berita Geospasial BIG-Sumberdaya manusia bidang informasi geospasial masih perlu ditingkatkan baik kuantitas maupun kualitasnya. Dari segi kuantitas, maka apabila setiap kabupaten/kota membutuhkan 55 SDM IG, maka secara nasional dibutuhkan 27.500 SDM IG di Indonesia. Jumlah ini belum termasuk kebutuhan SDM untuk industri IG/swasta seperti perusahaan minyak, pertambangan, perusahaan GIS, dan lainnya.





