Pidato Pelantikan Presiden Megawati, 23 Juli 2001
“Penting untuk membangun rasa saling percaya di tengah masyarakat untuk menyelesaikan berbagai konflik !.”
Megawati dilantik sebagai Presiden kelima Republik Indonesia pada 23 Juli 2001, setelah Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) mengadakan Sidang Istimewa untuk memberhentikan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Pelantikan ini terjadi di tengah situasi politik yang sangat tegang, di mana Gus Dur sempat membekukan MPR/DPR sebelum akhirnya dilengserkan. Hal ini membuat proses pelantikan berlangsung dalam suasana yang tidak dirayakan secara meriah oleh para pendukung PDI-Perjuangan.
Rangkuman isi pidato
- Kondisi bangsa: Megawati menyampaikan keprihatinannya atas situasi Indonesia yang sedang terpuruk dan dilanda masalah multidimensi, termasuk krisis politik, ekonomi, dan sosial pasca-Reformasi.
- Agenda reformasi: Beliau menegaskan kembali komitmennya untuk melanjutkan agenda reformasi yang telah dimulai, terutama dalam penegakan supremasi hukum, pemberantasan korupsi, dan membangun kembali kepercayaan masyarakat.
- Ajakan persatuan: Megawati mengajak seluruh elemen bangsa untuk menerima hasil proses demokrasi dan bekerjasama dalam membangun kembali negara, alih-alih terus-menerus terpecah belah.
- Komitmen membangun rasa percaya: Pidato tersebut juga menyoroti pentingnya membangun rasa saling percaya di tengah masyarakat untuk menyelesaikan berbagai konflik yang ada, seperti di Aceh, Ambon, dan Poso.
- Fokus pada pemulihan: Megawati menyatakan bahwa pemerintahannya akan fokus pada langkah-langkah pemulihan ekonomi dan mengatasi persoalan sosial yang rentan akibat krisis.
Barakallah fiikum.





