Pidato Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Paripurna MPR RI dalam rangka Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI Terpilih Periode 2024-2029
“Mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur, di mana rakyat kecil benar-benar merasakan kemerdekaan dan terlepas dari kemiskinan!.”
Berikut ini ringkasan pidato pelantikan Presiden Prabowo Subianto (2024).
Pidato ini menekankan semangat persatuan, keberanian, dan kerja keras untuk mengatasi tantangan besar bangsa. Prabowo menyampaikan visinya dengan gaya blak-blakan dan penuh semangat, mengakui berbagai masalah yang dihadapi Indonesia sekaligus mencanangkan solusi yang ambisius.
1. Komitmen untuk Memimpin Seluruh Rakyat
Prabowo berjanji akan menjalankan kepemimpinan dengan tulus dan mengutamakan kepentingan seluruh rakyat Indonesia, termasuk mereka yang tidak memilihnya. Kekuasaan, menurutnya, adalah amanah rakyat yang harus dijalankan untuk kepentingan rakyat.
2. Mengakui Tantangan dengan Berani dan Jujur
Pidato ini menonjol karena sikap jujur dan berani dalam mengakui masalah bangsa. Prabowo menyoroti sejumlah tantangan berat:
- Korupsi, kebocoran anggaran, dan kolusi yang membahayakan masa depan bangsa.
- Kemiskinan dan ketimpangan yang masih meluas, di mana banyak rakyat hidup di bawah garis kemiskinan dan anak-anak kekurangan gizi.
- Peringatan agar tidak cepat puas dengan prestasi statistik makro (seperti status G20) sebelum masalah mendasar rakyat tertuntaskan.
3. Tiga Agenda Prioritas Utama (Swasembada)
Prabowo mencanangkan tiga program swasembada yang harus dicapai dalam waktu singkat:
- Swasembada Pangan: Target dicapai dalam 4-5 tahun, bahkan dengan cita-cita menjadi lumbung pangan dunia. Hal ini penting agar Indonesia tidak bergantung pada pihak luar di saat krisis.
- Swasembada Energi: Memanfaatkan semua potensi (biofuel dari sawit, singkong, dll., geotermal, batu bara, dan air) untuk mencapai kemandirian energi.
- Reformasi Subsidi: Subsidi harus tepat sasaran dengan bantuan teknologi digital untuk memastikan bantuan sampai langsung kepada keluarga yang membutuhkan.
4. Gagasan “Demokrasi Indonesia” yang Santun
Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa untuk membangun “Demokrasi Indonesia” yang khas, dengan ciri:
- Santun, tanpa kebencian dan caci maki.
- Berbeda pendapat tanpa permusuhan.
- Mengutamakan permusyawaratan dan menghindari kekerasan.
- Persatuan dan gotong royong sebagai landasan.
5. Politik Luar Negeri Bebas-Aktif dan Prinsip Kemanusiaan
Prabowo menegaskan komitmen Indonesia pada politik luar negeri bebas-aktif dan non-blok, dengan filosofi “seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak”. Namun, Indonesia memiliki prinsip kuat: anti penjajahan, penindasan, dan rasialisme. Karena itu, Indonesia akan terus mendukung kemerdekaan rakyat Palestina dan siap memberikan bantuan kemanusiaan.
6. Penghormatan kepada Para Pendahulu dan Ajakan Bersatu
Prabowo menyampaikan penghargaan yang tulus dan rinci kepada semua presiden sebelumnya, termasuk Presiden Jokowi, dengan mengakui jasa dan sumbangsih masing-masing. Poin pentingnya adalah ajakan rekonsiliasi: “Presiden Jokowi mengalahkan saya… Sekarang saya yang menang. Dan saya mengajak semua pihak, ayo bersatu!”. Ini menegaskan komitmennya untuk menghentikan dendam dan membangun kerukunan.
Kesimpulan Utama
Pidato ini merupakan sebuah deklarasi niat dan arah pemerintahan baru yang:
- Realistis dengan tidak menutupi masalah bangsa.
- Ambisius dengan mencanangkan target swasembada yang jelas dan cepat.
- Inklusif dengan mengajak semua pihak, termasuk rival politik, untuk bersatu.
- Berprinsip pada kedaulatan, demokrasi yang santun, dan solidaritas kemanusiaan.
Visi yang diusung adalah mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur, di mana rakyat kecil benar-benar merasakan kemerdekaan dan terlepas dari kemiskinan.
Barakallah fiikum.





