Subscribe News Feed Subscribe Comments

Ujian Kemiskinan Itu Berat, Tetapi Ujian Kekayaan Itu Lebih Berat

January 17, 2026 by airianto  

Sebagaimana kita ketahui, ujian dapat berupa kebaikan dan keburukan, kekayaan dan kemiskinan. Sebagaimana firman Allah,

ูˆูŽู†ูŽุจู’ู„ููˆูƒูู…ู’ ุจูุงู„ุดูŽู‘ุฑูู‘ ูˆูŽุงู„ู’ุฎูŽูŠู’ุฑู ููุชู’ู†ูŽุฉู‹

โ€œKami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai ujian/fitnah.โ€ (Al-Anbiya: 35)

Ternyata banyak yang tidak lulus dengan ujian yang diberikan berupa kekayaan. Buktinya adalah MAYORITAS PENDUDUK SURGA ADALAH ORANG MISKIN. Berarti banyak orang kaya yang tidak lulus ujian kekayaan dan orang miskin banyak yang lulus. Orang kaya juga banyak yang tertahan (lama hisabnya) untuk masuk surga.

Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ู‚ูู…ู’ุชู ุนูŽู„ูŽู‰ ุจูŽุงุจู ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉู ููŽูƒูŽุงู†ูŽ ุนูŽุงู…ูŽู‘ุฉูŽ ู…ูŽู†ู’ ุฏูŽุฎูŽู„ูŽู‡ูŽุง ุงู„ู’ู…ูŽุณูŽุงูƒููŠู’ู†ู ูˆูŽุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจู ุงู„ู’ุฌูŽุฏูู‘ ู…ูŽุญู’ุจููˆู’ุณููˆู’ู†ูŽุŒ ุบูŽูŠู’ุฑูŽ ุฃูŽู†ูŽู‘ ุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑู ู‚ูŽุฏู’ ุฃูู…ูุฑูŽ ุจูู‡ูู…ู’ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑูุŒ ูˆูŽู‚ูู…ู’ุชู ุนูŽู„ูŽู‰ ุจูŽุงุจู ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑู ููŽุฅูุฐูŽุง ุนูŽุงู…ูŽู‘ุฉู ู…ูŽู†ู’ ุฏูŽุฎูŽู„ูŽู‡ูŽุง ุงู„ู†ูู‘ุณูŽุงุกู.

โ€œSaya pernah berdiri di pintu surga, ternyata umumnya orang yang memasukinya adalah orang miskin. Sementara orang kaya tertahan dulu (masuk surga). Hanya saja, penduduk neraka sudah dimasukkan ke dalam neraka.โ€[1]

Mengapa demikian? Karena orang kaya merasa cukup dengan hartanya sehingga kurang merasa butuh Allah apalagi ditambah dengan kesombongan akan hartanya. Syekh Al-โ€˜Utsaimin menjelaskan hadits ini,

ูˆุงู„ุบู†ูŠ ูŠุฑู‰ ุฃู†ู‡ ู…ุณุชุบู† ุจู…ุงู„ู‡ ุŒ ูู‡ูˆ ุฃู‚ู„ ุชุนุจุฏุงู‹ ู…ู† ุงู„ูู‚ูŠุฑ

โ€œOrang kaya merasa dirinya sudah cukup dengan hartanya sehingga mereka sedikit beribadah dibandingkan orang miskin.โ€[2]

Inilah maksud ayat bahwa manusia akan melampaui batas ketika merasa berkecukupan dengan hartanya.

ูƒูŽู„ูŽู‘ุง ุฅูู†ูŽู‘ ุงู„ู’ุฅูู†ู’ุณูŽุงู†ูŽ ู„ูŽูŠูŽุทู’ุบูŽู‰ (6) ุฃูŽู†ู’ ุฑูŽุขูŽู‡ู ุงุณู’ุชูŽุบู’ู†ูŽู‰

โ€œKetahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, karena dia melihat dirinya serba cukup.โ€ (Al-Alaq: 6-8)

Apakah tidak boleh kaya? Tentu boleh, bahkan jika memang ia bisa menjadi kaya, maka jadilah orang kaya dan tidak lupa menggunakan kekayaan itu untuk membantu agama Allah dan menolong sesama manusia. Yang perlu diingat:

โ€œSemakin kaya semakin dermawan, bukan semakin meningkatkan gaya hidupโ€

Untuk lebih memahami, silakan baca tulisan:

Kami tutup dengan hadits Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, bahwa bukan kefakiran yang beliau khawatirkan atas umatnya, tetapi ketika sudah dibukakan dunia dan kekayaan sehingga membuat manusia lalai dari agama. Mereka hancur sebagaimana umat terdahulu yang kaya dan kuat kemudian hancur.

ู…ูŽุง ุงู„ู’ููŽู‚ู’ุฑู ุฃูŽุฎู’ุดูŽู‰ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู’ ูˆูŽู„ูŽูƒูู†ูู‘ูŠ ุฃูŽุฎู’ุดูŽู‰ ุฃูŽู†ู’ ุชูุจู’ุณูŽุทูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ูƒูู…ู ุงู„ุฏูู‘ู†ู’ูŠูŽุง ูƒูŽู…ูŽุง ุจูุณูุทูŽุชู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ู…ูŽู†ู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ู‚ูŽุจู’ู„ูŽูƒูู…ู’ ููŽุชูŽู†ูŽุงููŽุณููˆู‡ูŽุง ูƒูŽู…ูŽุง ุชูŽู†ูŽุงููŽุณููˆู‡ูŽุง ููŽุชูู‡ู’ู„ููƒููƒูู…ู’ ูƒูŽู…ูŽุง ุฃูŽู‡ู’ู„ูŽูƒูŽุชู’ู‡ูู…ู’

โ€œBukanlah kefakiran yang aku khawatirkan atas kalian. Namun aku khawatir akan dibentangkan dunia kepada kalian sebagaimana telah dibentangkan kepada orang-orang sebelum kalian, lalu kalian berlomba-lomba mendapatkannya sebagaimana orang-orang yang sebelum kalian, maka dunia itu akan membinasakan kalian sebagaimana dia telah membinasakan orang-orang yang sebelum kalian.โ€[3]

Sumber: dr. Raehanul Bahraen, M.sc, Sp.pk / MuslimAfiyah.com

___________
Catatan Kaki:
1. HR. Ahmad, Bukhari, dan Muslim
2. Syarh Riyadhus Shalihin Syekh Al-โ€˜Utsaimin
3. Muttafaqun โ€˜alaih

Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

Spam Protection by WP-SpamFree

Facebook Share X Twitter Share WhatsApp Share Telegram Share