SEHAT ITU NIKMAT, GOWES ITU SYUKUR #07092025

“Gowes tidak memandang usia, yang penting hati tetap muda…
Kayuh dengan senyuman, sambut hari dengan penuh syukur…
Sehat itu anugerah, bersepeda adalah wujud terima kasih kita…”

Sumber: Agul Irianto’s Channel | Berlangganan: | On Youtube

Ahad, 7 September 2025. Matahari pagi sudah mulai menunjukkan semangatnya, menjanjikan sebuah petualangan yang berbeda dari biasanya. Sebagai seorang goweser di usia 60 tahun, setiap perjalanan selalu memiliki ceritanya sendiri. Jika pekan lalu saya menyusuri hamparan sawah yang tenang, hari ini saya memutuskan untuk menjelajahi dua sisi yang bertolak belakang: kedamaian pedesaan dan denyut nadi perkotaan. Sebuah rute yang dirancang tidak hanya untuk membakar lemak, tetapi juga untuk mengamati kehidupan.

Dengan setia, Polygon Strada-1 saya yang sudah seperti sahabat lama siap menemani. Dari Perumahan Bumi Lestari, saya memulai kayuhan menuju Jalan Pendidikan dan Mangunjaya Raya. Kayuhan terasa ringan di awal, menyusuri Jalan Sumberjaya Raya dan melintasi Kampung Buwek. Tantangan pertama adalah mendaki flyover tol Cibitung-Cilincing. Dari puncaknya, pemandangan begitu memukau—seolah saya sedang melihat peta hidup yang akan saya jelajahi.

Setelah turun dari flyover dan melewati Jalan Raya Kali CBL, saya berbelok ke Jalan Soekarno Hatta di Desa Kertamukti. Di sinilah transisi mulai terasa. Begitu saya membelok ke Jalan Raya Tambelang dan masuk ke Desa Sukabakti, suasana berubah total. Dua sisi jalan dipaguti oleh hamparan sawah hijau yang luas, diselingi oleh perkampungan kecil yang sederhana. Udara segar dan pemandangan yang menenangkan jiwa membuat kayuhan terasa ringan. Nuansa yang sama terus berlanjut saat saya menyusuri Desa Sukadaya. Ini adalah wajah Bekasi yang menyejukkan, wajah yang sering terlupakan.

Namun, perjalanan mengambil perubahan dramatis begitu saya memasuki Desa Srimahi. Hamparan sawah perlahan menghilang, digantikan oleh deretan perumahan dan cluster yang padat. Saya pun menyeberang Kali CBL dan memasuki kawasan urban sepenuhnya: Desa Sriamur, Satriamekar, Karangsatria, Kampung Cerewed, hingga Desa Wismajaya. Kawasan ini adalah wajah lain Bekasi—vibrant, padat, dan sibuk. Jalanan dipenuhi pertokoan, kendaraan, dan orang yang berbelanja. Laju sepeda pun harus saya turunkan, dari ritme kayuhan yang stabil menjadi manuver yang hati-hati untuk menghindari kendaraan dan pejalan kaki. Ini adalah latihan kesabaran sekaligus kewaspadaan.

Setelah melalui bagian yang paling “ramai” ini, saya akhirnya tiba di Jalan Diponegoro yang besar, menyusuri hingga Pertigaan Pasar Tambun. Dari sini, saya mencari celah untuk kembali ke ketenangan dengan masuk ke Jalan Raya Mekarsari, lalu berbelok ke Jalan Papan Mas dan Jalan Wahana Bhakti. Rasanya seperti menemukan oase kecil. Akhirnya, Jalan Pendidikan yang familiar menyambut dan membawa saya pulang dengan selamat ke Bumi Lestari.

Harus diakui, gowes kali ini lumayan berat. Kombinasi cuaca yang cukup terik dan kepadatan lalu lintas di bagian tengah rute benar-benar menguji stamina dan mental. Tapi justru di situlah tantangannya. Untuk membakar lemak yang membandel, tubuh harus dikeluarkan dari zona nyamannya. Dan itu berhasil!

Di sekitar dua pertiga perjalanan, tepat ketika energi mulai menipis dan terik matahari mulai terasa, sebuah warung sop buah menjadi penyelamat. Berhenti sejenak, menikmati kesegaran buah dan kuahnya, langsung memulihkan semangat yang sempat turun. Alhamdulillah, nikmat sekali.

Seperti biasa, semua perjalanan ini setia direkam oleh STRAVA. Aplikasi ini bukan hanya pencatat, tetapi juga pengingat bahwa setiap medan, baik yang tenang maupun ramai, memberikan kontribusinya sendiri dalam peta kesehatan kita. Cuplikan statistiknya adalah bukti nyata dari perjuangan pagi ini.

Pesan untuk Sobat Goweser:
Jangan takut untuk mencoba rute baru. Terkadang, kita perlu melalui jalanan yang “ramai” dan “berat” untuk lebih menghargai ketenangan yang kita miliki. Seperti dalam hidup, perjalanan naik-turun, sepi-ramai, adalah sebuah paket lengkap yang membuat kita lebih kuat dan lebih bijak. Tetaplah mengayuh, karena setiap kilometer yang kita tempuh adalah cerita yang akan kita banggakan. Selamat gowes dan salam sehat!

Barakallah fiikum.

=== Video Gowes lainnya:
Perdana waypoint mode pantau Gowes: https://youtu.be/ennFpsesY-Q
Gowes bersama keluarga: https://youtu.be/gh8OcidTdlg
Gowes dan kepo progres jogging track: https://youtu.be/xaE3X-gRXWE
Gowes bareng warga RT.02 RW.014 Bumles: https://youtu.be/o4qF9T2RvWU
Dapur pacu gowes tipis Taman Raya: https://youtu.be/p7FRTUqiOCw

#GowesEkspedisi #BekasiDuaWajah #PolygonStrada1 #GowesUrban #TetapSemangat


Speak Your Mind

Tell us what you're thinking...
and oh, if you want a pic to show with your comment, go get a gravatar!

Spam Protection by WP-SpamFree