Bahaya Suka Berdusta dan Ancamannya
January 31, 2026 by airianto
Dalam ceramah dan faedah singkat yang disampaikan oleh Ustadz Mizan Qudsiyah, Lc., M.A., beliau menekankan bahwa perkara dusta bukanlah hal yang sepele. Allah Azza wa Jalla bahkan menyinggung perbuatan dusta ini hampir 200 kali di dalam Al-Qur’an, dan seluruhnya datang dalam bentuk celaan atau penjelasan tentang akibat buruk bagi pelakunya.
Berikut adalah poin-poin penting mengenai bahaya suka berdusta dan ancamannya berdasarkan penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah:
1. Merupakan Dosa Besar yang Menyeret ke Neraka
Berdusta secara sengaja—yaitu menyampaikan sesuatu yang tidak sesuai dengan kenyataan padahal ia mengetahuinya—dikategorikan sebagai dosa besar. Berdasarkan hadis Nabi SAW, sifat dusta akan menuntun pelakunya kepada kejahatan (fujur), dan kejahatan tersebutlah yang akan menyeretnya ke dalam api neraka.
2. Dicatat oleh Allah sebagai Pendusta (Kadzdzab)
Jika seseorang sudah terbiasa berbohong, maka kebiasaan tersebut lama-kelamaan akan mengkristal menjadi tabiat atau karakter. Di sisi Allah Azza wa Jalla, nama orang tersebut akan dicatat dan ditetapkan sebagai seorang pendusta.
3. Diusir dari Rahmat Allah dan Terhalang dari Hidayah
Orang yang gemar berdusta akan dikutuk, diusir, dan dijauhkan dari rahmat Allah Azza wa Jalla. Selain itu, Allah Azza wa Jalla menegaskan dalam Al-Qur’an bahwa Dia tidak akan memberikan petunjuk (hidayah) kepada orang-orang yang melampaui batas lagi pendusta.
4. Bagian dari Perangai Orang Munafik
Dusta adalah salah satu ciri utama dari sifat nifak (kemunafikan). Ustadz Mizan Qudsiyah menjelaskan bahwa Allah Azza wa Jalla tidak pernah mentabiatkan atau menciptakan karakter seorang mukmin sejati untuk menjadi seorang pendusta. Oleh karena itu, menjaga lisan dari kebohongan adalah pertaruhan besar untuk meraih surga.
Barakallah fiikum.





