Tidak Boleh Mencela Demam
February 15, 2014 by airianto
Sebagian orang yang tidak sabar, ketika ditimpa musibah atau sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan hatinya maka ia mengeluh bahkan mencela. Seseorang yang sakit mungkin awalnya ia akan mengeluh, akan tetapi lama-lama ia akan mencela dan memaki. Apalagi jika sakit tersebut disertai dengan demam yang tinggi dan sulit hilang, atau hilang-muncul.
Terdapat larangan dalam syariat agar kita tidak mencela demam. dari Jabir radiyallahu โanhu,
ุฃูููู ุฑูุณููููู ุงูููู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู
ุฏูุฎููู ุนูููู ุฃูู
ูู ุงูุณููุงุฆูุจู (ุฃููู: ุฃูู
ูู ุงููู
ูุณููููุจู)ุ ููููุงูู: ู
ูุง ูููู ููุง ุฃูู
ูู ุงูุณููุงุฆูุจู (ุฃููู: ููุง ุฃูู
ูู ุงููู
ูุณููููุจู) ุชูุฒูููุฒูููููููุ ููุงููุชู: ุงูููุญูู
ูููุ ูุงู ุจูุงุฑููู ุงูููู ููููููุง. ููููุงูู: ูุงู ุชูุณูุจููู ุงููุญูู
ูููุ ููุฅููููููุง ุชูุฐูููุจู ุฎูุทูุงููุง ุจููููู ุขุฏูู
ู ููู
ูุง ููุฐูููุจู ุงููููููุฑู ุฎูุจูุซู ุงููุญูุฏูููุฏู.
โBahwasanya Rasulullah Shallallahu โalaihi wasallam menjenguk Ummu as-Saib (atau Ummu al-Musayyib), kemudian beliau bertanya, โApa yang terjadi denganmu wahai Ummu al-Saโib (atau wahai Ummu al-Musayyib), kenapa kamu bergetar?โ Dia menjawab, โSakit demam yang tidak ada keberkahan Allah padanya.โ Maka beliau bersabda, โJanganlah kamu mencela demam, karena ia menghilangkan dosa anak Adam, sebagaimana alat pemanas besi mampu menghilangkan karatโ.โ[1]
Demikianlah secara umum sakit bisa menggugurkan dosa seseorang asalkan dia bersabar Nabi shallallahu โalihi wa sallam bersabda,
ู
ูุง ู
ููู ู
ูุณูููู
ู ููุตูููุจููู ุฃูุฐูู ู
ููู ู
ูุฑูุถู ููู
ูุง ุณูููุงูู ุฅููุงูู ุญูุทูู ุงูููู ุจููู ุณููููุฆูุงุชููู ููู
ูุง ุชูุญูุทูู ุงูุดููุฌูุฑูุฉู ููุฑูููููุง
โSetiap muslim yang terkena musibah penyakit atau yang lainnya, pasti akan hapuskan kesalahannya, sebagaimana pohon menggugurkan daun-daunnyaโ[2]
Dan beliau shallallahu โalihi wa sallam bersabda,
ู
ูุง ู
ููู ุดูููุกู ููุตูููุจู ุงููู
ูุคูู
ููู ู
ููู ููุตูุจูุ ูููุงู ุญูุฒูููุ ูููุงู ููุตูุจูุ ุญูุชููู ุงููููู
ูู ููููู
ููููุ ุฅููุงูู ูููููููุฑู ุงูููู ุจููู ุนููููู ุณููููุฆูุงุชููู
โTidaklah seorang muslim tertusuk duri atau sesuatu hal yang lebih berat dari itu melainkan diangkat derajatnya dan dihapuskan dosanya karenanya.โ[3]
Bahkan bisa jadi ia tidak mempunyai dosa sama sekali, menjadi suci sebagaimana anak yang baru lahir ketika sembuh atau ketika meninggal karena penyakit tersebut.
Nabi shallallahu โalihi wa sallam bersabda,
ู
ูุง ููุฒูุงูู ุงููุจููุงูุกู ุจูุงููู
ูุคูู
ููู ููุงููู
ูุคูู
ูููุฉู ููู ุฌูุณูุฏููู ููู
ูุงูููู ููููููุฏููู ุญูุชููู ููููููู ุงูููู ููู
ูุง ุนููููููู ุฎูุทูููุฆูุฉู
โCobaan akan selalu menimpa seorang mukmin dan mukminah, baik pada dirinya, pada anaknya maupun pada hartanya, sehingga ia bertemu dengan Allah tanpa dosa sedikitpun.โ[4]
Demikian semoga bermanfaat,
[1] HR. Muslim 4/1993, no. 2575
[2] HR. Al-Bukhari no. 5661 dan Muslim no. 651
[3] HR. Muslim no. 2572
[4] HR. Ahmad, At-Tirmidzi, dan lainnya, dan dinyatakan hasan shahih oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi, 2/565 no. 2399
Sumber: MuslimAfiyah.com (dr. Raehanul Bahraen, M.Sc., Sp.PK.)






