Sikap Ahlus Sunnah Kepada Pemimpin Kaum Muslimin
October 11, 2017 by airianto
Sikap Ahlus Sunnah Kepada Pemimpin Kaum Muslimin merupakan kajian Islam ilmiah yang disampaikan oleh: Ustadz Abdurrahman Thoyyib, Lc. Kajian ini disampaikan pada 16 Muharram 1439 H / 07 Oktober 2017 M.
Ringkasan Kajian Sikap Ahlus Sunnah Kepada Pemimpin Kaum Muslimin
Kita sebagai seorang muslim harus betul-betul yakin bahwa Islam agama yang sempurna. Tidak ada satu kebaikan kecuali Islam telah menyuruh kepadanya, dan tidak ada keburukan kecuali Islam telah memperingatkan dari padanya.
ุงููููููู ู ุฃูููู ูููุชู ููููู ู ุฏููููููู ู ููุฃูุชูู ูู ูุชู ุนูููููููู ู ููุนูู ูุชูู ููุฑูุถููุชู ููููู ู ุงููุฅูุณูููุงู ู ุฏููููุง
Artinya: โ.โฆPada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimuโฆ.โ[Al-Maa-idah: 3]
Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan, โIni adalah nikmat Allah Azza wa Jalla yang terbesar terhadap umat Islam. Yaitu Allah Azza wa Jalla menyempurnakan bagi mereka agama mereka. Sehingga kaum muslimin tidak butuh ajaran apapun kecuali ajaran Islam dan tidak butuh kepada Nabi kecuali Nabi Muhammad Shallallahu โalaihi wa sallam.โ
Semua yang dikabarkannya adalah haq, benar, dan tidak ada kebohongan, serta tidak ada pertentangan sama sekali. Sebagaimana firman Allah Azza wa Jalla :
ููุชูู ููุชู ููููู ูุชู ุฑูุจูููู ุตูุฏูููุง ููุนูุฏูููุง
โDan telah sempurna kalimat Rabb-mu (Al-Qur-an), (sebagai kalimat) yang benar dan adil โฆโ [Al-Anโaam: 115]
Bahkan orang Yahudi dizaman Nabi Muhammad Shallallahu โalaihi wa sallam pun tahu Islam adalah agama yang sempurna. Rasulullah Shallallahu โalaihi wa sallam telah menjelaskan segala yang dibutuhkan oleh umat.
Kalau dalam masalah buang hajat saja Islam menjelaskan dengan sedetail-detailnya tentang adab-adabnya, apalagi yang berkaitan dengan masalah yang sangat besar. Yang mencakup kemaslahatan kaum muslimin. Yaitu diantaranya yang dibahas dalam audio mp3 ini tentang bagaiaman sikap bijak Alhlus Sunnah terhadap pemimpin kaum muslimin.
Maka sungguh Islam, Al-qurโan dan sunnah Rasulullah Shallallahu โalaihi wa sallam, demikian pula para sahabat telah menjelaskan kepada kita bagaimana sikap seorang rakyat muslim terhadap pemimpinnya yang muslim baik berupa khalifah, atau raja atau presiden yang muslim.
Banyak kitab-kitab para ulama yang berkaitan dengan aqidah, hampir semua membahas hal ini. Tidak ada satu kitab pun, kecuali betul-betul mengkaji masalah ini. Karena ini masalah yang luar biasa, kalau keliru fatal akibatnya. Pertumpahan darah, kudeta, kekacauan dimana-mana, seperti yang kita lihat diakhir-akhir ini dibeberapa negeri terutama di Timur Tengah.
Setidaknya ada 8 poin sikap Ahlus Sunnah Terhadap Pemimpin Kaum Muslimin.
1. Membaiat Pemimpin Kaum Muslimin
Ketika ada seorang yang telah diangkat atau dipilih sebagai pemimpin kaum muslimin. Entah bentuknya khalifah, raja atau presidan maka kewajiban kita membaitnya. Yaitu mengakui kepemimpinannya sebagai pemimpin kaum muslimin.
Hal yang perlu diperhatikan juga, dalam sejarah Islam yang berhak dibaiat hanya pemimpin muslim yang menguasai wilayah kaum muslimin. Baiat tidak ada bagi pemimpin organisasi, atau pemimpin pengajian atau seorang alim. Contoh Imam Syafiโi, tidak dibaiat oleh murid-muridnya, Imam Malik, pun Imam Abu Hanifah. Demikian pula dizaman Rasulullah Shallallahu โalaihi wa sallam, yang dibaiat hanya Rasulullah Shallallahu โalaihi wa sallam. Tidak membaiat Abu Bakar ash-Shiddiq Radhiyallahu anhu. Ketika Rasulullah Shallallahu โalaihi wa sallam meninggal dunia, Abu Bakar Assidiq diangkat menjadi pemimpin, baru para sahabat membaiat Abu Bakar ash-Shiddiq Radhiyallahu anhu.
2. Menghormati Pemimpin
Pemimpin mempunyai kedudukan yang tinggi dalam Islam. Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam bersabda, โPenguasa adalah naungan Allah di bumi. Barangsiapa yang memuliakannya maka Allah akan memuliakan orang itu, dan barangsiapa yang menghinakannya, maka Allah akan menghinakan orang tersebut.โ (HR. Ahmad 5/42, At-Tirmidzi: 2225, As-Shahihah 5/376)
3. Mendengar dan Taat Kepada Pemimpin Kaum Muslimin
Mendengar dan taat ini tentunya hanya kepada hal-hal yang maโruf. Ketaan yang tidak menyelisihi Allah dan Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam.
Perintah untuk menaati pemimpin sangat banyak, sekalipun pemimpin tersebut sewenang-wenang, Diantaranya hadis Abdullah bin Ummar, bahwa Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam bersabda, โโWajib bagi seorang muslim untuk mendengar dan taat tatkala senang maupun benci. Jika disuruh kepada maksiat, maka tidak boleh mendengar dan taat.โ (Muttafaq โAlaih)
Syubhat dari beberapa kelompok
- Adapun pemimpin yang perlu kita taati adalah pemimpin yang dipilih dengan cara yang syarโi. (Pembahasan dan Jawaban ada di menit ke 21:00)
- Kalau pemimpin tersebut pemimpin yang sholeh dan berhukum dengan hukum syariat islam. (Pembahasan dan Jawaban ada di menit ke 23:00)
4. Bersabar dalam Menghadapi Kedhaliman atau Hal-Hal yang Tidak Disukai Dari Pemimpin Kaum Muslimin
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu โanhuma, beliau berkata: Bersabda Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam: โBarangsiapa yang melihat sesuatu yang tidak dia sukai dari pemimpinnya maka hendaklah dia bersabar atasnya, karena tidaklah ada yang keluar dari jamaah kaum muslimin sejengkal saja lalu dia mati melainkan mati dalam keadaan jahiliyah.โ (HR. Muslim)
Pemimpin manusia biasa, mungkin ada kebijakannya yang tidak disukai, maka jaga lisan, jaga hati, jaga anggota tubuh kita jangan sampai berbuat sesuatu yang tidak diridhoi Allah Azza wa Jalla.
Lalu apa solusi terbaik untuk kondisi seperti ini?
Yaitu dengan intropeksi diri bahwa ini adalah musibah. Musibah tidak datang kecuali sebab dosa-dosa kita sendiri.
Allah Allah Azza wa Jalla berfirman:
ููู ูุง ุฃูุตูุงุจูููู ู ููู ู ููุตููุจูุฉู ููุจูู ูุง ููุณูุจูุชู ุฃูููุฏููููู ู ููููุนูููู ุนูู ููุซููุฑู ูฃู
Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)(QS. Asy-Syuuraa: 30).
Jadi, kalau rakyat ingin terbebas dari kedholiman pemimpin yang dholim, maka rakyat dulu yang harus meninggalkan kedholiman. Ini yang harus dipahami. Kalau pemimpin dholim, ini karena rakyatnya banyak yang dholim. Dan ingat, kesyirikan adalah kedholiman yang paling besar. Karena kedholiman rakyat itulah, adanya pemimpin-pemimpin yang dholim.
Maka harus kita bersabar dan terus intropeksi diri dan memperbaiki diri kita dari syirik kepada tauhid, dari bidโah kepada sunnah, dari maksiat kepada taat.
5. Menasihati Pemimpin Kaum Muslimin dengan Cara Yang Syarโi
Menasihati pemimpin adalah ibadah dan semua ibadah ada tata caranya, ada rambu-rambunya yang Rasul telah jelaskan. Menasihati pemimpin berbeda dengan menasihati kaum muslimin pada umumnya, Diantara adalah: menit ke 34:00
- Dengan lembah-lembut
- Dengan cara rahasia
6. Mendoโakan dengan Kebaikan
Dari โAuf bin Malik radhiyallahu โanhu, Nabi shallallahu โalaihi wa sallam bersabda,
ุฎูููุงุฑู ุฃูุฆูู ููุชูููู ู ุงูููุฐูููู ุชูุญูุจูููููููู ู ููููุญูุจูููููููู ู ููููุตููููููู ุนูููููููู ู ููุชูุตููููููู ุนูููููููู ู ููุดูุฑูุงุฑู ุฃูุฆูู ููุชูููู ู ุงูููุฐูููู ุชูุจูุบูุถููููููู ู ููููุจูุบูุถููููููู ู ููุชูููุนููููููููู ู ููููููุนููููููููู ู ยป. ููููู ููุง ุฑูุณูููู ุงูููููู ุฃููููุงู ููููุงุจูุฐูููู ู ุจูุงูุณูููููู ููููุงูู ยซ ูุงู ู ูุง ุฃูููุงู ููุง ูููููู ู ุงูุตูููุงูุฉู ููุฅูุฐูุง ุฑูุฃูููุชูู ู ู ููู ูููุงูุชูููู ู ุดูููุฆูุง ุชูููุฑูููููููู ููุงููุฑููููุง ุนูู ููููู ูููุงู ุชูููุฒูุนููุง ููุฏูุง ู ููู ุทูุงุนูุฉู
โSebaik-baik pemimpin kalian adalah yang kalian mencintai mereka dan mereka pun mencintai kalian. Mereka mendoโakan kalian dan kalian pun mendoโakan mereka. Sejelek-jelek pemimpin kalian adalah yang kalian membenci mereka dan mereka pun membenci kalian, juga kalian melaknat mereka dan mereka pun melaknat kalian.โ Kemudian ada yang berkata, โWahai Rasulullah, tidakkah kita menentang mereka dengan pedang?โ Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam bersabda, โTidak, selama mereka masih mendirikan shalat di tengah-tengah kalian. Jika kalian melihat dari pemimpin kalian sesuatu yang kalian benci, maka bencilah amalannya dan janganlah melepas ketaatan kepadanya.โ (HR. Muslim no. 1855)
Bahkan fudhail bin iyad rahimahullah mengatakan,โseandainya aku punya satu doโa yang mustajab, aku akan berikan kepada pemimpin kaum muslimin.โ
Ketika ditanya mengapa demikian, kata beliau,โKalau doโa itu hanya untuk aku, maka manfaatnya hanya untuk aku saja, namun kalau aku doโakan pemimpin kaum muslimin dengan kebaikan maka manfaatnya untuk kaum muslimin.โ
7. Tidak Memberontak Kepada Pemimpin Kaum Muslimin
Selama pemimpin itu muslim, bagaiamanapun kedholimannya, bagaimanapun kejahatannya, maka sepakat Ahlus Sunnah mengharamkan untuk mengkudetanya.
Hal ini berdasarkan hadis Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam,โRasulullah shallallahu โalaihi wa sallam pernah menyeru kami untuk membaiat beliau, diantara isi baiat tersebut adalah kami (diwajibkan) untuk selalu mendengar dan taat (kepada pemimpin kaum muslimin) dalam keadaan susah maupun senang, dalam keadaan suka dan duka, dan agar kami mendahulukan hak mereka serta tidak memberontak kepada mereka. Beliau bersabda: Kecuali jika kalian melihat kekafiran yang nyata dan kalian memiliki bukti yang jelas dari Allah tentangnya.โ
Bahkan ada lebih dari 100 hadist yang mengharamkan untuk memberontak kepada pemerintah kaum muslimin.
8. Beribadah Bersama Pemimpin Kaum Muslimin
Diantara bentuk ibadah adalah berjihad. Dan ini harus dengan kepemimpinan kaum muslimin. Bukan dengan pemimpin pengajian atau organisasi namun pemimpin kaum muslimin. Rasulullah shallallahu โalaihi wa sallam bersabda, โPemimpin kaum muslimin adalah perisai yang kaum muslimin berjihad di belakangnya..โ
Baca selengkapnya pada link berikut ini:
RadioRodja.com (oleh: Ustadz Abdurrahman Thoyyib, Lc.)






