Tabligh Akbar Syaikh Dr. Ali Abu Haniyyah – Perbedaan antara Dakwah Salafiyyah dan Harakiyyah
Sumber: Rodja Live Streaming
Tema Utama:
Memaparkan perbedaan mendasar antara Manhaj (metodologi) Salafiyyah dengan Manhaj Harakiyyah (kelompok-kelompok Islam politik/gerakan) dalam berdakwah.
Isi Pokok Pembahasan:
1. Definisi dan Landasan:
Dakwah Salafiyyah: Dakwah yang berlandaskan pada pemahaman Salafush Shalih (generasi terbaik: Sahabat, Tabi’in, dan Tabi’ut Tabi’in). Prinsip utamanya adalah kembali kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah sesuai dengan pemahaman generasi awal tersebut. Dakwah ini mengedepankan ittiba’ (mengikuti) dan menjauhi ibda’ (mengada-ada dalam agama).
Dakwah Harakiyyah: Merujuk pada berbagai kelompok dan gerakan Islam yang menjadikan aktivitas politik dan pergerakan sebagai metode utama dalam perubahan. Seringkali, metode dan strategi organisasi/gerakan lebih dominan daripada berpegang teguh pada manhaj salaf dalam semua aspek.
2. Sumber Pengambilan Ilmu (Al-Mashdar):
Salafiyyah: Sumbernya murni dan jelas: Al-Qur’an, As-Sunnah yang sahih, dan Ijma’ Salaf. Mereka sangat ketat dalam masalah akidah, ibadah, dan manhaj.
Harakiyyah: Sumbernya bisa tercampur. Selain mengambil dari sumber Islam, mereka sering mengadopsi pemikiran, strategi, dan metodologi dari teori-teori politik, organisasi modern, atau pemikir tertentu. Akidah dan manhaj yang benar terkadang dikorbankan untuk tujuan-tujuan politik dan pragmatis.
3. Tujuan Prioritas (Al-Ahammiyyah):
Salafiyyah: Prioritas utama adalah memperbaiki akidah dan ibadah umat. Perbaikan masyarakat dan pemerintahan harus dimulai dari fondasi yang kokoh, yaitu tauhid yang murni dan ibadah yang benar. Perubahan dimulai dari individu.
Harakiyyah: Prioritas utama seringkali adalah perubahan politik dan merebut atau mempengaruhi kekuasaan. Perbaikan akidah dan ibadah bisa menjadi agenda sekunder atau alat untuk mencapai tujuan politik.
4. Sikap terhadap Penguasa (Al-Hukkam):
Salafiyyah: Berpegang pada manhaj Ahlus Sunnah dalam bersikap terhadap penguasa, yaitu taat selama bukan dalam kemaksiatan, tidak memberontak dengan senjata (khuruj), serta memberikan nasihat dengan cara yang bijak dan tertutup untuk maslahat yang lebih besar.
Harakiyyah: Cenderung bersikap konfrontatif dan kritik terbuka terhadap penguasa. Beberapa kelompok tidak segan untuk mengkafirkan penguasa atau menganggap boleh memberontak jika penguasa dianggap tidak menjalankan syariat.
5. Sikap terhadap Ilmu dan Ulama:
Salafiyyah: Menempatkan ilmu syar’i di atas segala-galanya. Mengagungkan ulama Ahlus Sunnah yang berpegang pada manhaj salaf sebagai pewaris para nabi.
Harakiyyah: Seringkali menempatkan kaderisasi gerakan dan loyalitas pada organisasi di atas ilmu. Tokoh-tokoh gerakan (yang mungkin bukan ulama besar) lebih didengar daripada nasihat ulama sunnah.
6. Kesimpulan Perbedaan:
Syaikh menegaskan bahwa perbedaan antara keduanya bukanlah perbedaan furu’ (cabang) atau sekadar perbedaan strategi, tetapi merupakan perbedaan manhaj yang fundamental dan prinsipil. Dakwah Salafiyyah adalah dakwah yang selamat dan terjamin kebenarannya karena berjalan di atas rel pemahaman generasi terbaik umat ini.
Pesan Penting:
Syaikh Ali Abu Haniyyah menyeru umat untuk mempelajari dan berpegang teguh pada manhaj salaf, karena itulah satu-satunya manhaj yang menjamin keselamatan dari kesesatan dan bid’ah. Beliau memperingatkan agar tidak terpedaya dengan retorika dan aktivitas gerakan-gerakan yang justru menyimpang dari jalan yang lurus.
Sumber: Rodja Live Streaming





