Membongkar Kesesatan Dan Penyimpangan Gerakan Dakwah Ikhwanul Muslimin
Oleh: Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary Al-Medany
SEJARAH IKHWANUL MUSLIMIN
Ikhwanul Muslimin adalah pergerakan Islam – yang didirikan oleh Hasan Al-Banna (1906-1949 M) di Mesir pada tahun 1941 M. Diantara tokoh-tokoh pergerakan itu ialah : Said Hawwa, Sayyid Quthub, Muhammad Al-Ghazali, Umar Tilimsani, Musthafa As-Siba`i, dan lain sebagainya.
Sejak awal mula didirikan pergerakan ini banyak dipengaruhi oleh pemikiran Read more
Hizbut Tahrir Neo Mu’tazilah
Oleh : Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani
Dihadapan saya ada dua pertanyaan. keduanya bertemu pada satu titik. Yaitu tentang Hizbut Tahrir.
Pertanyaaan Pertama :
Saya telah membaca tentang Hizbut Tahrir dan saya mengagumi banyak pemikiran mereka. Kami menginginkan agar anda menerangkan atau memberi faidah kepada kami tentang sekelumit kelompok ini?
Pertanyaan Kedua:
Berbicara sekitar persoalan diatas, tetapi penanya meminta kepada saya penjelasan yang luas tentang Hizbut Tahrir. Tujuan-tujuan serta pemikiran-pemikirannya. Apakah dia menyimpang dalam hal aqidah ?
Sebagai jawaban dari dua pertanyaan ini , saya katakan:
Sesungguhnya kelompok atau perkumpulan Islam mana saja yang tidak tegak diatas kitab Allah dan sunnah Rasul-Nya shallallahu alaihi wassalam serta diatas manhaj salafus shalih tentu ia Read more
Radio Dakwah Se Indonesia
1) Radio RODJA AM 756 KHz
Jabodetabek, Karawang, Cilegon, dan sekitarnya
http://radiorodja.com/
2) Radio RODJA Bandung AM 1476 KHZ
Bandung dan sekitarnya
http://radiorodjabandung.com/
3) Radio RODJA Lampung FM 91.1 MHz
Lampung Timur dan sekitarnya
http://rrodja911fm.blogspot.com/
4) Radio Kajian Online medan
Medan dan sekitarnya
http://www.kajianonlinemedan.com
5) Radio PASAMAN FM 101.9 MHz
Padang – Sumatera Barat
http://www.pasamanfm.com/
6) Radio HIDAYAH FM 103.4 MHz
Pekanbaru
http://www.HidayahFM.com
7) Radio HANG FM 106 MHz
Batam dan sekitarnya
http://www.Hang106.or.id)
Radio KITA As-Sunnah FM 92.3 MHz
Cirebon dan sekitarnya
http://www.radioassunnah.com/
9) Radio MUTIARA SUNNAH FM 90.1 MHz
Magelang-Jawa Grosir Kitab Timur Tengah
http://radiomutiarasunnah.wordpress.com/
10) Radio BAHANA AS-SUNNAH (BASS FM) FM 93.2 MHz
Salatiga, Semarang, Pati, Kudus, Rembang, Kendal, Magelang, Temanggung, Yogya, Sragen, Purwodadi.
http://www.bassfmsalatiga.com/
11) Radio SQ AL ABROR 107.7 FM
Solo, Sukoharjo
http://suaraquran.com/
12) Radio SHAHABAT MUSLIM FM 107.9 MHz
Tegal
http://radioshahabat.com/
13) Radio AN-NIDA FM 107.9 MHz
Rembang – Jawa Tengah
http://nidaaussunnahlasem.wordpress.com/
14) Radio MUSLIM FM 107.8 MHz
Sleman, Yogyakarta, dan sekitar kampus UGM
http://www.RadioMuslim.com
15) Radio SUARA AL-IMAN AM 774 Khz
Surabaya
http://www.suaraaliman.com/
26) Radio AR ROYYAN FM 107.2 MHz
Gresik
17) Radio AL HIKMAH FM 98.8 MHz
Banyuwangi
http://radioalhikmah.blogspot.com/
18) Radio IDZAATUL KHOIR FM 92.6 MHz
Ponorogo, Pacitan utara, sebagian Trenggalek, Wonogiri, Madiun dan Magetan
http://idzaatulkhoirfm.blogspot.com/
19) Radio IHYA AS SUNNAH FM 107.2 MHz
Pamekasan, Sampang, Sumenep (Madura)
20) Radio SATU lombok
Pulau Lombok – NTB
http://assunnahfm.com/
21) Radio MUADZ FM 94.3 MHz
Kendari – Sulawesi Tenggara
http://radiomuadz.com/
22) Radio AL BAYAN FM 96.5 MHz
Tanjung Pinang – Riau
http://albayan.sytes.net:8024/
23) Radio GEMA MADINAH 93.7 FM
Martapura – Kalimantan Selatan
http://radiosaadah.blogspot.com/
24) Radio RDI AN NUR FM 100,5 MHz
Malang, Batu
http://rdiannur.com/
25) Radio AFIYAH FM 107,8 MHz
Majalengka
26) Radio AL – UMM 102.5 FM
Lowok Waru, Malang
http://radioalumm.com/
27) Radio AL MA’TUQ AM
Sukabumi
28) Radio AN NAJJAH 88.9 FM
Wonosobo
29) Radio ICBB Islamic Centre Bin Baz
Yogyakarta
http://radiomedinah.com/
30) Radio GELIGA 105.3 FM Tanjung Pinang
Kepulauan Riau
31) Radio GEMA MADINAH BARABAI 93.7 FM
Kalimantan Selatan
32) Radio INSANI 102.2 FM
Purbalingga
http://insanifm.com/
33) Radio KITA MADIUN 105.2 FM
Madiun
http://www.radiokita.or.id/
34) Radio MAJAS 91.9 FM
Yogyakarta
http://pondokjamil.atturots.or.id
35) Radio MUSLIM via Streaming
Yogyakarta
http://radiomuslim.com/
36) Radio RAY FM 96.1 Mhz
Padang
http://radiorayfm.com/
37) Radio RODJA PONTIANAK94.7 FM
Pontianak
38) Radio Sautuna 97.3 FM
Bima
39) Radio SIS 100.9 FM
Karang Sembung – Cirebon
40) Radio SYIAR 95.1 FM
Berau – Kalimantan Timur
41) Radio As Sunnah Wangon 107.7 FM
Wangon – Banyumas
Read more https://aslibumiayu.net/
Manhaj Salafi Tentang Politik dan Kenegaraan
“Dalam konteks tata negara, Salafiyyin adalah kelompok yang sangat apolitik secara praktis, namun sangat loyalis secara struktural kepada siapa pun pemerintah yang sedang berkuasa.”
Dalam konteks kenegaraan, manhaj Salaf memiliki formula yang sangat spesifik, ketat, dan sering kali disalahpahami oleh pengamat politik Barat maupun kelompok Islam pergerakan (haraki). Mereka memisahkan secara tegas antara proses meraih kekuasaan (politik praktis) dengan kewajiban terhadap kekuasaan yang sudah sah (konsep bernegara).
Berikut adalah gambaran komprehensif mengenai posisi Salafiyyin dalam konteks kenegaraan:
1. Landasan Utama: Keabsahan Pemimpin (Imamah)
Dalam pandangan Salafiyyin, sebuah pemerintahan atau pemimpin dianggap sah (ulil amri) melalui tiga jalur konvensional dalam fikih Islam klasik:
- Pemilihan oleh orang-orang kunci (ahlu halli wal aqdi).
- Penunjukan langsung oleh pemimpin sebelumnya (seperti Abu Bakar menunjuk Umar).
- Kekuasaan de facto (al-gshalb/al-qahr): Seseorang yang berhasil merebut kekuasaan dan menjadi dominan di suatu wilayah, baik melalui kudeta atau revolusi. Ketika orang tersebut sudah memegang kendali penuh dan situasi menjadi stabil, maka secara hukum agama ia wajib ditaati, terlepas dari bagaimana cara ia naik takhta. Hal ini dilakukan demi mencegah tumpahnya darah (hifzhud dimaa’).
2. Hubungan Rakyat dan Penguasa: Ketaatan Mutlak yang Terikat
Salafiyyin menerapkan doktrin ketaatan yang sangat kokoh berdasarkan dalil-dalil hadis. Namun, ketaatan ini memiliki batasan yang jelas:
- Taat dalam Perkara Makruf: Wajib menaati hukum negara (UU lalu lintas, pajak, aturan birokrasi) selama aturan tersebut tidak memerintahkan maksiat secara terang-terangan kepada Allah.
- Sabar Terhadap Kezaliman: Jika pemimpin bertindak zalim, korup, atau merampas hak rakyat, doktrin Salaf mewajibkan rakyat untuk tetap bersabar dan tidak memberontak. Mereka merujuk pada hadis untuk “tetap mendengar dan taat meskipun punggungmu dipukul dan hartamu dirampas.”
- Tidak Ada Ketaatan dalam Maksiat: Jika negara memerintahkan kemaksiatan, rakyat berhak menolak perintah maksiat tersebut, tetapi tanpa membatalkan ketaatan secara umum kepada pemerintah (tidak boleh menyatakan keluar dari kewarganegaraan atau memberontak).
3. Penolakan Total Terhadap Metode Perubahan Konvensional
Ini yang membedakan Salafiyyin dengan kelompok Islam politik seperti Ikhwanul Muslimin atau Hizbut Tahrir. Salafiyyin mengharamkan semua bentuk instrumen demokrasi modern:
- Haramnya Demonstrasi & Mogok Kerja: Dianggap sebagai warisan pemikiran Barat dan menyerupai gaya kaum Khawarij yang menggugat pemimpin di depan publik. Demonstrasi dinilai sebagai pintu pembuka kekacauan (anarki) dan pertumpahan darah.
- Menasihati Secara Rahasia: Mengkritik pemimpin di mimbar-mimbar masjid, koran, atau media sosial secara terbuka dikategorikan sebagai ghibah politik yang terlarang. Nasihat kepada penguasa harus disampaikan secara rahasia (bertemu langsung atau mengirim surat tertutup), seperti hadis: “Barangsiapa yang ingin menasihati penguasa, jangan ia tampakkan secara terang-terangan…”
- Menghindari Parlemen dan Pemilu: Secara asal, mayoritas ulama Salaf mengharamkan masuk ke parlemen karena sistem demokrasi dianggap menyekutukan hak legislasi Allah. Namun, dalam kondisi tertentu (seperti di Indonesia), sebagian ulama Salaf memberikan kelonggaran (rukhshah) untuk memilih (mencoblos) hanya untuk memilih pemimpin yang “paling minimal mudaratnya bagi dakwah Islam”, bukan karena membenarkan sistem demokrasinya.
4. Konsep Tashfiyah dan Tarbiyah sebagai Solusi Kenegaraan
Bagi Salafiyyin, memperbaiki sebuah negara tidak dimulai dari atas (mengganti sistem atau menurunkan presiden), melainkan dari bawah (akar rumput) melalui dua pilar:
- Tashfiyah (Pemurnian): Membersihkan akidah umat dari syirik, bid’ah, dan pemikiran-pemikiran menyimpang.
- Tarbiyah (Pendidikan): Mendidik masyarakat untuk beribadah sesuai sunnah nabi.
- Teori kenegaraan mereka didasarkan pada keyakinan bahwa “kondisi pemimpin adalah cerminan dari kondisi rakyatnya”. Jika rakyatnya saleh dan bertauhid, Allah secara otomatis akan mengirimkan pemimpin yang adil. Sebaliknya, pemimpin yang zalim adalah hukuman dari Allah atas dosa-dosa masyarakatnya.
- Posisi Terhadap Kelompok Ekstremis (Terorisme).
Meskipun Salafiyyin sering dituduh oleh sebagian pengamat Barat sebagai akar dari radikalisme (karena sama-sama tekstual dan puritan), dalam konteks kenegaraan Salafiyyin justru merupakan musuh ideologis nomor satu bagi kelompok teroris seperti ISIS atau Al-Qaeda. - Salafiyyin secara konsisten mengafirkan balik dan membantah pemikiran kaum Takfiri (yang hobi mengafirkan pemerintah muslim yang sah).
- Bagi Salafiyyin, kelompok teroris yang melakukan bom bunuh diri atau pemberontakan bersenjata adalah representasi modern dari sekte Khawarij yang wajib diperangi karena merusak stabilitas negara (keamanan).
Ringkasnya: Dalam konteks tata negara, Salafiyyin adalah kelompok yang sangat apolitik secara praktis, namun sangat loyalis secara struktural kepada siapa pun pemerintah yang sedang berkuasa. Fokus mereka adalah menjaga stabilitas kedamaian agar dakwah dan ibadah dapat berjalan tanpa gangguan kekacauan sipil.
Wallahua’lam.
Barakallah fiikum.





